matinya cita
Keinginan untuk tetap seperti saat ini adalah hal yang sulit untuk digapai… terlalu banyak cobaan yang dilimpahkan ALLAH… baru saja ‘kehilangan’ yang tercinta, di lanjut dengan perginya “tonggak” jiwa..kini hanya ketidak nyamanan dan ketidak aman-nan merangkul diri...kekhawatiran merambah raga, enggan untuk berlalu..
belum usai membangun kembali runtuhan itu, kini kembali datang hal yang buat limbungku bertambah kencang..
salahkah jiwa bila ingin mempertahankan 'd comfort zone' yang baru aja digenggam?
sekarang bener-bener cuma bisa meratap gak tau harus bersikap kaya gimana.. walaupun bayak yang memberi nasehat..cuma kenapa semua saran yang terlontarkan dari mulut-mulut manis itu gak ada yang bisa nenangin hati yaaa..udah hampir satu minggu ketidak tenangan jadi bayangan setia..belum ketemunya jawaban buat hari suram tambah menghitam legam...gimana harus bersikap..gimana harus mencari jalan keluar ketika sadar bahwa beberapa orang di sekitar hanyalah orang-orang munafik yang punya seribu topeng untuk dipakai..terlalu banyak 'omongan' tak berkualitas di belakang...mulut-mulut banci dengan ucapan busuk memenuhi udara lantai 'rumah kedua'..
pecundang!!!!!
bener-bener deh,sampai detik ini belum tau gimana harus nenggepin semua 'cobaan' ALLAH.. karena kayanya benak udah capek sama semuanya...'mlayangnya' khayalan buat diri terlunta..walaupun sudah berteriak sekencang mungkin dan menangis sejadi mungkin..tapi gak berpengaruh sedikitpun.. heh!!!
belum usai membangun kembali runtuhan itu, kini kembali datang hal yang buat limbungku bertambah kencang..
salahkah jiwa bila ingin mempertahankan 'd comfort zone' yang baru aja digenggam?
sekarang bener-bener cuma bisa meratap gak tau harus bersikap kaya gimana.. walaupun bayak yang memberi nasehat..cuma kenapa semua saran yang terlontarkan dari mulut-mulut manis itu gak ada yang bisa nenangin hati yaaa..udah hampir satu minggu ketidak tenangan jadi bayangan setia..belum ketemunya jawaban buat hari suram tambah menghitam legam...gimana harus bersikap..gimana harus mencari jalan keluar ketika sadar bahwa beberapa orang di sekitar hanyalah orang-orang munafik yang punya seribu topeng untuk dipakai..terlalu banyak 'omongan' tak berkualitas di belakang...mulut-mulut banci dengan ucapan busuk memenuhi udara lantai 'rumah kedua'..
pecundang!!!!!
bener-bener deh,sampai detik ini belum tau gimana harus nenggepin semua 'cobaan' ALLAH.. karena kayanya benak udah capek sama semuanya...'mlayangnya' khayalan buat diri terlunta..walaupun sudah berteriak sekencang mungkin dan menangis sejadi mungkin..tapi gak berpengaruh sedikitpun.. heh!!!

2 Comments:
Mbak,menangis dan berteriak cuma bentuk ekspresi dari rasa. Mereka ga akan menyelesaikan apapun.
Cobalah untuk berdamai dengan diri sendiri...
Cobalah hening sejenak untuk sekedar menghirup udaranya,merasakan begitu banyak nikmat yang sering kita abaikan...
Aku tau cobaan seperti ini akan terasa menyesakkan,tapi inilah cara Tuhan menawarkan jalan untuk memperhalus jiwa.
cinta, deritanya tiada akhir...
Post a Comment
<< Home